feel free to comment but you're not allowed to complain!!
just enjoy..

Selasa, 08 November 2011

What's on "Satria Baja Hitam's" Mind?

Ini adalah hasil dari jobless saya di suatu siang di suatu kantor di suatu pojok ruangan di mana banyak dipajang action figure versi hero!!

Ksatria Baja Hitam ini jadi action figure yang paling menarik hati saya, karena kelenturannya meliuk-liuk bagai balerina
*selfslap* sebenernya ini jagoan atau pebalet????

Well, Each captions appeared  first on my theatre of mind after I molded him!!  

"Nggak nggak nggak kuat. Nggak nggak nggak kuat"  #KemudianCong

"Salam Super untuk semua Sobat Super" #KemudianTepukTangan

"Aaaaaaaaa" #KemudianNyungsep

Doing Kapalabhati -- one of yoga's style to release his bad lucks

"Oh my ...... 5..4..3.. Oh make it fast please.. Oh" #KemudianTurunBerok

Selasa, 27 September 2011

This is made for you, dear Futri

Last Saturday,
Me and my friends made a lil suprise for our lucky bitch name's Futri
She's getting married next week
We knew, she didn't need good things as a wedding present
We knew, she need good memory as a wedding present
So we made this bachelorette party only for her


It was like a private party, in a private suite, with private lift, private access, private pool, and private DJ!!


The Suite:






The Bride To Be as Dora in action!!


  
"Mohon doa restunya pak, saya minggu depan mau nikah"

Lucky her, she gave the balloon to Sophie Ellis Bextor

The bride and the groom to be


The Boys:







The Couples:



The Troops:

















Everything we did, is our way to show that we love you Futri, Congratulations for your wedding and wish both of you live happily ever after *smooches*

Sincerely,
Nidya Swasti

Minggu, 25 September 2011

Empat – 4 – Empat – 4

Buat sebagian orang empat adalah angka sial, begitupun angka tiga belas
Namun jika ditambah, 13 itu sama dengan 4 --> 1+3=4

Ya, pasti 4  biang keroknya

source: amaryllischantek.blogspot.com

Mitos itu berlaku bagi saya
Entah hanya mitos atau sugesti, saya tidak percaya akan hal ini tapi selalu ada sendu di angka itu
  •  121, itu adalah nomor kamar kosan saya sewaktu masih menjadi mahasiswa -->1+2+1=4

Di kamar itu sejuta kenangan indah dan ratusan tetes air mata jatuh. Kondisinya tidak sempurna, lemarinya bolong akibat luapan emosi. Bahkan orang-orang sekeliling kamar saya cukup paham apa yang terjadi jika ada suara berisik, tangisan atau teriakan yang keluar dari mulut saya

  • ·         4 tahun hubungan saya bina dengan seorang lelaki. Hubungan itu kandas karena kita berdua menyerah memperjuangkannya. Bukan salah siapa-siapa, memang Tuhan sudah tentukan angka 4 adalah titik tolak dari hubungan kita


  • ·         22 September 2011, nomor urut 4, nama dia tertera di situ --> 2+2=4, dan dia ada di urutan nomor 4, dan memang hasil tes hari itu tidak membuatnya tersenyum melainkan membuatnya menangis. Ya, bukan karena dia tidak bisa tapi karena dia kurang beruntung!! Ini kesialan bukan ketidakberhasilan!!


  • ·         Itu hanya sedikit cerita tentang seberapa saya benci angka 4. Iya, saya benci. Ini bukan sugesti, tapi saya benar-benar benci. Terlalu banyak yang buruk di angka itu. Saya mau 2 dan saya suka 8. Dua artinya tidak terlalu banyak dan tidak sendiri, hubungan bisa jadi sangat intim jika hanya ada dua. Delapan (8) tercipta tanpa garis putus dan karenanya saya sebut  ini angka paling sempurna. Tidak muluk-muluk untuk sampai di nomor 9 (ya, bagi saya sempurna adalah 9 bukan 10) tapi tidak puas jika hanya sampai di titik 6 atau 7.


Melihat cerita sukses beberapa teman saya, 4 justru menjadi angka hoki bagi mereka.

Mereka yang lahir dengan 4 bersaudara, atau mereka yang memiliki 4 anak, hidup kaya raya aman damai sentosa. Sampai suatu hari, saya diskusi dengan mama, ia pun menyetujui pendapat saya bahwa banyak teman-temannya yang memiliki 4 anak dan sukses dengan pekerjaan mereka, saya pun berkata, “Ma, aku anaknya mau 4 aja deh.” Sembari dalam hati berdoa semoga kali ini Allah berkahi saya dengan angka itu :)

Please Share Yours!!

Senin, 05 September 2011

Unspoken

Aku harus sebut apa ya tulisan ini?
Keluh kesah? Nggak juga
Umpatan? Terlalu kasar

Ya apapun itu...
Aku terkadang merasa salah tapi terkadang aku merasa kalah.
Aku salah saat aku hanya memikirkan diriku sendiri. Tapi saat aku memikirkan orang lain dan mengenyampingkan keinginan sendiri, aku rasa diriku kalah. Dikalahkan perasaan tidak enak yang mungkin seharusnya tidak perlu diciptakan Tuhan.

Aku bukan seorang pemimpi besar. Mimpiku bahkan cenderung aman dan mudah dicapai. Tapi entah kenapa selalu ada kerikil yang membuatku harus melompatinya atau bahkan mengambilnya untuk diajak jalan bersama.

Cerita ini implisit. Mungkin pemilihan kata yang digunakan sedikit norak. Nggak tahu juga kenapa aku jadi begini. Tapi gatel banget ini perasaan minta ditumpahin ke tulisan.

Hey kamu, kemarin kita sudah ada di satu garis start yang sama. Aku memilih berlari karena aku tahu waktu terlalu mahal untuk disia-siakan. Aku ajak kamu lari, tapi kenapa kamu tetap jalan?

Jangan tanya balik kenapa aku nggak mau jalan bareng kamu!! Mimpi aku terlalu memburu-burui aku untuk segera diwujudkan. Sekarang aku udah sampai garis finish lap pertama, kamu masih berjalan mencapainya.

Kamu bilang, aku selangkah lebih maju. Kita kemarin bisa sama-sama maju kalau kamu mau ikut aku lari.

Kamu bilang, kamu bukan aku. Memang bukan, tapi aku bisa tularkan semangatku. Sayang kamu masih punya banyak hal yang ingin dilakukan. Dan berlari bersamaku bukan hal utama yang kamu inginkan.

Sekarang aku bingung, harus apa?

Kamu masih butuh bantuanku? Jika ya, aku pun masih ingin menggandeng kamu, mendorong kamu untuk cepat sampai garis finish lap pertama. Melihat kamu menyandang predikat yang diimpikan orang-orang yang menyanyangimu.

Gambaran mimpi aku juga  masih buram. Tapi setidaknya aku sudah mulai mencoretkan tinta, menggambar satu demi satu keinginan yang belum terwujud.

Nanti kalau kamu sudah di garis finish lap pertama, aku mau kamu jangan cepat puas. Hidupnya baru dimulai di sana. Masih ada lap dua, lap tiga dan seterusnya. Apakah kamu masih butuh aku di sana? Kita tidak punya jawaban, karena kita belum sampai di sana.

Setiap doa, aku sebut nama kamu, aku mohon kepada-Nya supaya kamu dimudahkan dan dilancarkan untuk cepat sampai di garis finish lap pertama.

Setiap sujud, aku pasrahkan segala urusan jodoh, rejeki, pekerjaan, hidup dan mati hanya kepada Tuhan, karena aku yakin dia ciptakan aku dengan kekuatan terbaiknya dan pasti dia juga sudah tuliskan segala hal yang terbaik buatku. Begitupun kamu.

Jika nanti rencana Tuhan tidak sesuai dengan keinginan kita, kita bisa apa? Aku paling hanya bisa nangis, ngerengek ke temen-temen aku, minta nasihat sana-sini, dan berusaha bangkit lagi dari keterpurukan.

Buat kamu, ya kamu!!  Mau seribu atau dua ribu kata yang keluar dari mulut aku untuk meluruskan pemikiran kita masing-masing, aku yakin dalam diri kita masing-masing, kita tahu maunya kita apa.

Minggu, 04 September 2011

Kenapa Harus?


Kenapa harus kamu?
Kenapa harus banyak yang beda?
Kenapa harus banyak yang tidak bisa diterima?
Kenapa harus disimpan terlalu lama?
Kenapa harus nyerah?
Kenapa harus bukan kita?
Kenapa harus pelan-pelan terus dicoba?
Kenapa harus pura-pura kuat?
Kenapa harus ikhlas?
Kenapa harus salah?
Kenapa harus udah?
Kenapa harus rasain ini?

Dengar! Kita manusia memiliki kemampuan untuk melupakan, tetapi sekali lagi sampai berbusa mulut saya mengulang-ulang, bahwa yang terpenting bukanlah kamu harus melupakannya, tetapi bagaimana kamu tidak harus mengingat-ingatnya.Saya pikir kamu bukan tidak bisa, tetapi tidak ingin, atau jangan-jangan tidak siap. Saat kita merasa sakit, yang kita pikirkan hanyalah “andai rasa sakit ini bisa sembuh dalam sekejap.” Kau tahu, untuk menerima suatu kesembuhan, semuanya perlu proses, sebab waktu perlu berjalan. Jadi, jangan karena kau tidak lupa mengingat seorang wanita (buat gue, ini pria) hari ini, kau jadi melupakan esok hari. Itu saja – ZARRY HENDRIK

Terus kenapa aku bisa susah untuk tidak mengingat-ingat lagi? 
Aku rasa aku bisa, aku rasa aku ingin, aku rasa aku siap. 
Tapi itu aku rasa, namun belum aku lakukan.

Selasa, 16 Agustus 2011

EDISI KEMERDEKAAN

17 Agustus kali ini gue mau ngutip satu ucapan proklamator kita:
“Ribuan orang tua hanya bisa bermimpi. Satu anak muda bisa mengubah dunia” –SOEKARNO-

Ya mungkin kalian bosen kalau harus mengingat seberapa besar perjuangan bung karno dkk (pas masih jadi pemuda) memperjuangkan kemerdekaan Indonesia
Bisa jadi lebih seru kalau topik ini dihubungkan sama apa yang terjadi di dunia saat ini

Di usia 66 tahun-nya kali ini, gue pengen kasih kado kecil buat Indonesia tentang sosok pemuda yang telah mengubah dunia (YEAP, DUNIA!! BUKAN CUMA INDONESIA)
Entah kenapa pas tadi pagi ngelihat iklan di tv, yang isinya kutipan ucapan bung Karno di atas, sosok pemuda (pengubah dunia) yang terlintas di otak gue adalah Mark Zuckerberg dan Jack Dorsey!!


They change the world extremely success!!

Siapa di antara kalian yang nggak punya facebook or twitter?
Kenapa kalian bikin facebook/twitter?
Ikut-ikutan? Atau memang butuh?

Bahkan ada beberapa orang yang suka kesel atau bahkan musuhan cuma gara-gara facebook-nya di-blocked atau twitternya di unfollow!!
Atau banyak banget orang yang maksa setengah mati minta di follback -___-
Segitunya ya kita menanggapi social media ciptaan dua orang Amerika itu.

Keberadaan twitter bikin buat kita seakan-akan deket banget sama orang yang kita follow
Padahal dalam kehidupan nyatanya, mungkin nggak kenal-kenal amat
Tapi karena situs microblogging ini, mau nggak mau, kita jadi tau kesehariannya dia seperti apa.
Jadi berasa kenal banget!!
Satu lagi, twitter itu adalah salah satu sarana kita buat cari perhatian orang
In many ways!!
Ngelawak -- pencitraan biar terkesan humoris
Ngegalau -- pencitraan biar terlihat hidupnya drama banget
Ngeprotes -- pencitraan biar terlihat "gue peduli banget nih sama keadaan saat ini"
And so on...

Sedangkan keberadaan facebook membuat kita meluangkan waktu lebih banyak untuk ngurusin urusan orang
Yayaya, pengen tahu kabarnya si A
Pengen tahu bentuk mukanya si A sekarang
Intinya sih, facebook memberikan kita kesempatan lebih besar untuk kepo
Bisa jadi positif bisa jadi negatif
Tergantung tingkat kekepoan dan kesirikan kita sama si orang yang kita intip profilnya
Hihihi...

Selain sedikit cerita gimana si dua perangkat social media itu bisa merubah sikap kita
Gue juga mau berterima kasih kepada dua orang itu. Cause, my job is created by their invention!!
Yeap, saat ini gue kerja di dunia advertising digital..
Kerjaan gue tiap hari ya ngubek-ngubek tuh social media..
Gimana caranya biar tuh social media bisa ngejual produk klien gue..

Di saat, banyak orang yang anggap dunia social media itu remeh temeh
Ternyata social media bisa jadi tempat cari uang? Percaya nggak?
Easiest way, you just have to collect million followers then you can be a twit buzzer!!
Or create your own online business via facebook (read: online shop)!!

Satu pertanyaan kecil,
“Apa yang memengaruhi kalian dalam memilih produk atau jasa? 1. Iklan di website? – 2. Komentar temen or the one you follow on twitter? – 3. Iklan di majalah and other media conventional?”

Buat kalian yang punya jawaban di nomor dua. Rasanya tulisan ini pas yaa..
Banyak nama harus saya ajukan ke klien untuk jadi buzzer di twitter.
Cara jualan masa kini udah nggak kayak dulu. Konsumen (kita) justru akan lebih tertarik membeli produk saat melihat teman kita atau orang yang kita follow twitternya itu kasih rekomendasi soal produk itu.

And they got paid expesively!!
Untuk orang yang followersnya kurang dari 10.000, biasanya dibayar min. Rp 250.000 untuk satu tweet yang mereka post on primary time!!

Itu cerita twitter – Lain lagi cerita facebook

Facebook di sini fungsinya engagement!!
Engagement with everything
You can engage your relationship with your old friends
And you can engage your product to your customer to increase product awareness
Untuk engagement dengan customer, singkat kata facebook di sini sebagai customer service online..
You can share your problems, complaints, and everything about the products!!
So does the products!! They can promote their events and their products by their social media
Nah lewat si social media ini tercipta komunikasi dua arah antara si produk dengan customer-nya…
Semakin baik hubungan itu, brand image product-nya juga pasti makin oke..

See!!
Jadi nggak butuh mahal-mahal bikin iklan
Cukup bayar buzzer untuk promosiin produk kamu and voila this is it …. (ala Farah Quinn)

Salah satu contoh produk yang berhasil dipromosiin lewat social media:
  • 1.       “Its in Me” campaign by Aqua
  • 2.       Campaign #IndonesiaUnite
  • 3.       Upacara 17an digital yang dilaksanakan hari ini. Kita lihat deh seberapa hebatnya kekuatan social media buat naikin tuh merah putih ;)


Hmm, cukup nggak sih paparan di atas menunjukkan kalau si Mark Zuckerberg dan Jack Dorsey ini sudah berhasil mengubah dunia? Mengubah pola pikir kita?

Mungkin ada kalian yang punya pengalaman lain seputar social media?

Please share yours

Kamis, 11 Agustus 2011

Don't Know Which Way To Go

Maybe we'll live and learn
Maybe we'll crash and burn
Maybe you'll stay
Maybe you'll leave
Maybe you'll return
Maybe another fight
Maybe we won't survive
But maybe we'll grow
We never know baby you and I


We just ordinary people
We don't know which way to go
Cause we're ordinary people
Maybe we should take it slow


-John Legend-


We (yes, it refers to YOU and ME) don't know which way to go
Even this way, we still hope it's the best for us and God
Don't be silly!!
Don't push ourselves too hard to make everything seems "so good"!!
Just take it slow dear "YOU and ME"



Jumat, 05 Agustus 2011

Mimpi

Apa yang ada di benak kalian saat terlintas kata mimpi?

Apakah mimpi berarti cita-cita yang belum tercapai?

Atau mimpi hanya sekedar bunga tidur?

Saya bukan seorang pemimpi besar. Bahkan bisa dikatakan mimpi saya cetek. Saya hanya ingin membesarkan anak-anak saya dengan pendidikan terbaik dan tinggal di lingkungan dan bersama orang yang baik. Baik bukan mimpi saya? (Siapa yang bingung baca tulisan di atas, tunjuk tangan!!)

Saya tahu apa mimpi saya. Saya juga tahu Tuhan akan beri jalan untuk mewujudkan mimpi saya jika saya lakukan hal terbaik sesuai kemampuan saya untuk mewujudkan mimpi saya. Di sini saya ada saat ini, meninggalkan dan menjadikan pelajaran atas kejadian-kejadian kemarin, melakukan yang terbaik saat ini, dan bersiap untuk mendapatkan hadiah mimpi yang terwujud dari Tuhan di esok hari.

Itu saya dan mungkin sebagian dari kalian. Tapi ada yang berbeda dengan kita.

Sedikit berbagi cerita, salah seorang teman saya adalah seorang pemimpi besar, tapi entah kenapa setiap kata yang keluar dari mulutnya hanya terkesan buaian. Apa dia terus bermimpi walaupun sedang sadar? Apa dia tak pernah sadar bahwa impiannya harus dikejar bukan hanya untuk disampaikan?

The only things that can make your dreams come true is about to WAKE UP!!

WAKE UP TO MAKE YOUR DREAMS COME TRUE..

Have a nice day

Please share yours


Rabu, 03 Agustus 2011

WORSE THAN AN IDIOT

Kalian boleh sebut saya bodoh or anything worse than an idiot
Itu kata yang paling tepat menggambarkan keadaan saya saat ini.
I know what I dreamt about and I know I can reach it but I don’t know how.
It sounds pathetic but its undescribably happened to me

Selasa, 26 Juli 2011

MADESU

Percayalah, ide nulis ini muncul sesaat setelah gue ngintip tweet orang sebelah, when I’m on my way to the office by omprengan. Hehehe…

Si mbak yang rambutnya dicepol duduk sebelah gue itu ceritanya lagi kasih semangat untuk temennya lewat twitter. Isinya kurang lebih begini, “@(namatemennyaguelupa) Semangat dong!! Madesu=Masa Depan Sukses”

Well, sebagian dari kita dulu (termasuk gue) selalu dijejelin sama arti madesu yang buruk.

Madesu stands for Masa Depan Suram!!!

Believe it or not, saat kita sudah me-mindset kata suram, ya madesu artinya bisa jadi masa depan suram. Dan saat itu psikologis kita secara nggak langsung bekerja untuk menjadikan masa depan kita suram.

Tapi kalau sekarang kita me-mindset madesu-nya jadi sukses, ya sangat mungkin untuk kita menjadikan masa depan itu sukses.

So set your mind positively!!!

Saat kamu ada di bawah, pola pikir, semangat dan usahanya nggak boleh ikutan di bawah, tapi justru harus selangkah atau seribu langkah lebih baik daripada sebelumnya.

Dan sekali lagi saya sarankan untuk mengimani ayat-ayat di bawah ini:
Selalu ada SUKSES dalam KESURAMAN
Selalu ada BERHASIL dalam KEGAGALAN
Selalu ada BAHAGIA dalam KESEDIHAN
(al-positif ayat 2011)

If sadness, failure, and gloomy things come first, just set your mind, their will be a happiness and success come after.

FYUI (For Your Unimportant Information): Tulisan ini dibuat pakai memopad blackberry pas gue lagi sempit-sempitan duduk di omprengan menikmati “pertumbuhan laju ekonomi masyarakat yang meluap-luap” (baca: MACET)

Have a nice day and…
Please share yours 

Senin, 25 Juli 2011

New Life = New Spirit (Literally)

Selamat Menempuh Hidup Baru..

Kata-kata itu layak disampaikan pada saya. Yesss, I’ve just entered my new-real-life. Nggak lagi jadi tanggungan mama papa. Bukan karena mereka nggak mampu, tapi karena saya nggak mau.

Selamat menempuh hidup baru – Semoga bahagia selalu

Nah, kata-kata semoga bahagia selalu kayaknya nggak cuma buat mereka yang menempuh hidup baru dalam arti pernikahan. Tapi buat gue yang baru menempuh hidup baru jadi karyawan juga doa itu dirasa sangat diharapkan.

Hari pertama masuk, hmm… nothing special.

Awalnya saya berpikir, kerja di gedung pencakar langit di jantung kota Jakarta (baca: Sudirman) dengan setelan blazer dan heels bisa jadi pemacu semangat kerja. Tapi sudahlah, saya belum bisa menyimpulkan sekarang. Ini masih hari kedua. I love to create ideas. My job, forced me to do it. So I hope I’ll enjoy it soon as possible.

I’ll keep think positive that God blessed me with this job, instead my friends who still seeking for it.
Thank God..

Which of your God’s favours you’d deny?
I don’t have any …



Please share yours.. 

Rabu, 06 Juli 2011

(pur)SUE your SHOE

“Dan bukankah alas kaki memang sering dipandang sebagai perwakilan terjujur status sosial seseorang?”
Kalimat itu tak bisa hilang dari pikiran saya sesaat setelah saya membacanya di “Kicau-Kacau”-nya Indra Herlambang.

Saya (dan mungkin Anda) termasuk orang yang sangat memperhatikan kenyamanan dan kecantikan alas kaki. Saya sangat setuju dengan kalimat di atas, karena Sometimes I do judge people from their shoes!!

Sedari kecil saya dibesarkan di keluarga yang sangat menjunjung kerapihan, terutama soal sepatu. Papa paling anti kalau anaknya pergi pake sandal. He doesn’t care about the price of those sandals. Intinya kalau anaknya pergi pakai sandal, pasti sepanjang perjalanan anak itu bakal kena omel. Ya memang semengerikan itu. In fact, papa nggak punya sandal selain sendal jepit yang selalu disimpannya di mobil dan baru akan dipakai saat ia akan solat. Entah ada berapa dus sepatu yang selalu siap di bagasi mobilnya, ia merasa tidak pede jika kakinya tidak diselimuti sepatu.

Kebiasaan itu lekat sekali di diri saya dan adik-adik. Percayalah papa baru mulai cuek soal sandal yang saya dan adik saya pakai sejak kami menginjak bangku kuliah. Sandal yang kami pakai modelnya juga tidak sesimpel sandal swallow, mungkin dia merasa sudah bukan saatnya ia melarang anak-anaknya berekspresi.

Saat ditanya kenapa ia selalu membiasakan kami menggunakan sepatu, jawabannya sesimpel, “nggak sopan pergi pakai sandal, lagipula keliatan nggak rapi”. Itu kata papa. Beda lagi kata mama, “anak mama dari kecil sudah dibiasain pakai sepatu biar kakinya nggak jeber”.

Dulu pacar saya (sebelum-jadi-pacar) pakai sepatu super belel kayak udah 1000 tahun nggak pernah dicuci. Begitu dia resmi pacaran sama saya, no more sepatu belel. Unshamed to told ya, dulu saya pernah melakukan kesalahan besar, pengen jadi sosok yang beda, saya pakai sepatu beda kanan dan kiri. Sepatunya butut pula. Ih kalau diinget-inget biar apa coba dulu gue kayak gitu? Ya anggaplah itu usaha saya cari perhatian. Hahahaha...

Sekarang Alhamdulillah udah sadar 

“Wah kakinya halus ya, pasti kamu sepatunya empuk-empuk semua ya? Telapak kakinya nggak pecah-pecah nih”, ujar mba-mba salon yang mem-pedicure kaki saya.
Sampai di rumah saya mikir, apa iya-iya sepatu gue empuk semua?

Ternyata gue udah balik ke jaman kecil dulu. Waktu kecil nggak pernah mau pake sepatu kalau nggak merek. Pas SMP-SMA agak-agak bodo amat yang penting kece. Kuliah tingkat akhir baru peduli lagi sama yang namanya kenyamanan dan kekecean sepatu.

Unlucky me, kulit gue sangat sensitif dalam segala hal baru termasuk sepatu. Sepatu merek apapun yang dipakai pertama kali di kaki gue pasti lecet. Nggak cuma itu, kalau sepatu itu nggak punya penyerapan yang baik, pasti kaki gue gatel. Ini sama sekali nggak keren

Berhubung kemampuan ekonomi belum mumpuni untuk beli sepatu yang super nyaman dan super kece, saya menyiasatinya dengan “selalu-sedia-handsaplast-di-dompet-kalo-kalo-kaki-gue-lecet”. Ada beberapa sepatu kesayangan yang harganya sampai di tujuh digit membuktikan bahwa yang dijual bukan cuma mereka dan harga, tapi kenyamanan. Sepatu itu tingginya 12cm, dan mampu menopang badan saya tanpa pegel!! And magicly, it doesn’t hurt!! Dari situ deh, langsung percaya sama anggapan, “harga nggak pernah bohong”!!    

Yayaya, saya adalah penunggu sale sejati. Buat saya, mending beli sepatu merek sekalian tapi pas sale daripada harus beli yang ecek-ecek tapi lecet dan cepet rusak.

Anyway, have you tried Havainas or Birkenstock or Crocs as your sandals?
Tiga merek di atas sangat direkomendasikan untuk kalian yang pengen pakai sandal tapi serasa kayak nggak pakai sendal saking empuknya. Hahahaha. Untuk crocs, modelnya emang agak jayus-mirip-sepatu-sendal-badut, tapi kualitasnya okelaaaaah (y)

Eh eh, tapi sepatu yang saya punya itu tujuh digit diawali dengan angka satu lho. Itu pun belinya harus nunggu sale. Hahahahaha.

Beberapa teman saya termasuk orang yang sangat memperhatikan kenyaman dan kekecean tanpa memperhatikan “kedompetan”. Sepatu sekelas Loubutin dan Tod’s adalah perlengkapan wajib mereka setiap harinya. Sometimes I wonder, “Kalau kaki gue pake tuh Loubutin 9juta, lecet nggak ya? Pegel nggak ya?” or “Kalau gue pake tuh Tod’s 14juta, rasanya tetap kayak pakai sepatu atau kayak pake bantalan di kaki ya saking empuknya?

Nah kalau mereka-merek barusan, kayaknya walaupun sale-further-reduction juga belum kebeli. I'm still pursuit those shoes. For now, mending tetep selalu siapin handyplast di dompet deh. Hehehe

Please share yours...