feel free to comment but you're not allowed to complain!!
just enjoy..

Selasa, 27 September 2011

This is made for you, dear Futri

Last Saturday,
Me and my friends made a lil suprise for our lucky bitch name's Futri
She's getting married next week
We knew, she didn't need good things as a wedding present
We knew, she need good memory as a wedding present
So we made this bachelorette party only for her


It was like a private party, in a private suite, with private lift, private access, private pool, and private DJ!!


The Suite:






The Bride To Be as Dora in action!!


  
"Mohon doa restunya pak, saya minggu depan mau nikah"

Lucky her, she gave the balloon to Sophie Ellis Bextor

The bride and the groom to be


The Boys:







The Couples:



The Troops:

















Everything we did, is our way to show that we love you Futri, Congratulations for your wedding and wish both of you live happily ever after *smooches*

Sincerely,
Nidya Swasti

Minggu, 25 September 2011

Empat – 4 – Empat – 4

Buat sebagian orang empat adalah angka sial, begitupun angka tiga belas
Namun jika ditambah, 13 itu sama dengan 4 --> 1+3=4

Ya, pasti 4  biang keroknya

source: amaryllischantek.blogspot.com

Mitos itu berlaku bagi saya
Entah hanya mitos atau sugesti, saya tidak percaya akan hal ini tapi selalu ada sendu di angka itu
  •  121, itu adalah nomor kamar kosan saya sewaktu masih menjadi mahasiswa -->1+2+1=4

Di kamar itu sejuta kenangan indah dan ratusan tetes air mata jatuh. Kondisinya tidak sempurna, lemarinya bolong akibat luapan emosi. Bahkan orang-orang sekeliling kamar saya cukup paham apa yang terjadi jika ada suara berisik, tangisan atau teriakan yang keluar dari mulut saya

  • ·         4 tahun hubungan saya bina dengan seorang lelaki. Hubungan itu kandas karena kita berdua menyerah memperjuangkannya. Bukan salah siapa-siapa, memang Tuhan sudah tentukan angka 4 adalah titik tolak dari hubungan kita


  • ·         22 September 2011, nomor urut 4, nama dia tertera di situ --> 2+2=4, dan dia ada di urutan nomor 4, dan memang hasil tes hari itu tidak membuatnya tersenyum melainkan membuatnya menangis. Ya, bukan karena dia tidak bisa tapi karena dia kurang beruntung!! Ini kesialan bukan ketidakberhasilan!!


  • ·         Itu hanya sedikit cerita tentang seberapa saya benci angka 4. Iya, saya benci. Ini bukan sugesti, tapi saya benar-benar benci. Terlalu banyak yang buruk di angka itu. Saya mau 2 dan saya suka 8. Dua artinya tidak terlalu banyak dan tidak sendiri, hubungan bisa jadi sangat intim jika hanya ada dua. Delapan (8) tercipta tanpa garis putus dan karenanya saya sebut  ini angka paling sempurna. Tidak muluk-muluk untuk sampai di nomor 9 (ya, bagi saya sempurna adalah 9 bukan 10) tapi tidak puas jika hanya sampai di titik 6 atau 7.


Melihat cerita sukses beberapa teman saya, 4 justru menjadi angka hoki bagi mereka.

Mereka yang lahir dengan 4 bersaudara, atau mereka yang memiliki 4 anak, hidup kaya raya aman damai sentosa. Sampai suatu hari, saya diskusi dengan mama, ia pun menyetujui pendapat saya bahwa banyak teman-temannya yang memiliki 4 anak dan sukses dengan pekerjaan mereka, saya pun berkata, “Ma, aku anaknya mau 4 aja deh.” Sembari dalam hati berdoa semoga kali ini Allah berkahi saya dengan angka itu :)

Please Share Yours!!

Senin, 05 September 2011

Unspoken

Aku harus sebut apa ya tulisan ini?
Keluh kesah? Nggak juga
Umpatan? Terlalu kasar

Ya apapun itu...
Aku terkadang merasa salah tapi terkadang aku merasa kalah.
Aku salah saat aku hanya memikirkan diriku sendiri. Tapi saat aku memikirkan orang lain dan mengenyampingkan keinginan sendiri, aku rasa diriku kalah. Dikalahkan perasaan tidak enak yang mungkin seharusnya tidak perlu diciptakan Tuhan.

Aku bukan seorang pemimpi besar. Mimpiku bahkan cenderung aman dan mudah dicapai. Tapi entah kenapa selalu ada kerikil yang membuatku harus melompatinya atau bahkan mengambilnya untuk diajak jalan bersama.

Cerita ini implisit. Mungkin pemilihan kata yang digunakan sedikit norak. Nggak tahu juga kenapa aku jadi begini. Tapi gatel banget ini perasaan minta ditumpahin ke tulisan.

Hey kamu, kemarin kita sudah ada di satu garis start yang sama. Aku memilih berlari karena aku tahu waktu terlalu mahal untuk disia-siakan. Aku ajak kamu lari, tapi kenapa kamu tetap jalan?

Jangan tanya balik kenapa aku nggak mau jalan bareng kamu!! Mimpi aku terlalu memburu-burui aku untuk segera diwujudkan. Sekarang aku udah sampai garis finish lap pertama, kamu masih berjalan mencapainya.

Kamu bilang, aku selangkah lebih maju. Kita kemarin bisa sama-sama maju kalau kamu mau ikut aku lari.

Kamu bilang, kamu bukan aku. Memang bukan, tapi aku bisa tularkan semangatku. Sayang kamu masih punya banyak hal yang ingin dilakukan. Dan berlari bersamaku bukan hal utama yang kamu inginkan.

Sekarang aku bingung, harus apa?

Kamu masih butuh bantuanku? Jika ya, aku pun masih ingin menggandeng kamu, mendorong kamu untuk cepat sampai garis finish lap pertama. Melihat kamu menyandang predikat yang diimpikan orang-orang yang menyanyangimu.

Gambaran mimpi aku juga  masih buram. Tapi setidaknya aku sudah mulai mencoretkan tinta, menggambar satu demi satu keinginan yang belum terwujud.

Nanti kalau kamu sudah di garis finish lap pertama, aku mau kamu jangan cepat puas. Hidupnya baru dimulai di sana. Masih ada lap dua, lap tiga dan seterusnya. Apakah kamu masih butuh aku di sana? Kita tidak punya jawaban, karena kita belum sampai di sana.

Setiap doa, aku sebut nama kamu, aku mohon kepada-Nya supaya kamu dimudahkan dan dilancarkan untuk cepat sampai di garis finish lap pertama.

Setiap sujud, aku pasrahkan segala urusan jodoh, rejeki, pekerjaan, hidup dan mati hanya kepada Tuhan, karena aku yakin dia ciptakan aku dengan kekuatan terbaiknya dan pasti dia juga sudah tuliskan segala hal yang terbaik buatku. Begitupun kamu.

Jika nanti rencana Tuhan tidak sesuai dengan keinginan kita, kita bisa apa? Aku paling hanya bisa nangis, ngerengek ke temen-temen aku, minta nasihat sana-sini, dan berusaha bangkit lagi dari keterpurukan.

Buat kamu, ya kamu!!  Mau seribu atau dua ribu kata yang keluar dari mulut aku untuk meluruskan pemikiran kita masing-masing, aku yakin dalam diri kita masing-masing, kita tahu maunya kita apa.

Minggu, 04 September 2011

Kenapa Harus?


Kenapa harus kamu?
Kenapa harus banyak yang beda?
Kenapa harus banyak yang tidak bisa diterima?
Kenapa harus disimpan terlalu lama?
Kenapa harus nyerah?
Kenapa harus bukan kita?
Kenapa harus pelan-pelan terus dicoba?
Kenapa harus pura-pura kuat?
Kenapa harus ikhlas?
Kenapa harus salah?
Kenapa harus udah?
Kenapa harus rasain ini?

Dengar! Kita manusia memiliki kemampuan untuk melupakan, tetapi sekali lagi sampai berbusa mulut saya mengulang-ulang, bahwa yang terpenting bukanlah kamu harus melupakannya, tetapi bagaimana kamu tidak harus mengingat-ingatnya.Saya pikir kamu bukan tidak bisa, tetapi tidak ingin, atau jangan-jangan tidak siap. Saat kita merasa sakit, yang kita pikirkan hanyalah “andai rasa sakit ini bisa sembuh dalam sekejap.” Kau tahu, untuk menerima suatu kesembuhan, semuanya perlu proses, sebab waktu perlu berjalan. Jadi, jangan karena kau tidak lupa mengingat seorang wanita (buat gue, ini pria) hari ini, kau jadi melupakan esok hari. Itu saja – ZARRY HENDRIK

Terus kenapa aku bisa susah untuk tidak mengingat-ingat lagi? 
Aku rasa aku bisa, aku rasa aku ingin, aku rasa aku siap. 
Tapi itu aku rasa, namun belum aku lakukan.